Pages

Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Tuesday, May 3

Memandangi langit

Cahaya Neon dari energi simulasi matahari, memberikan daya cipta, gerak dan upaya. Di timur, bulan setengah lingkaran tergantung di angkasa. Apakah pantulan itu sebentuk tabrakan ?

Si sayap malam mengarungi waktunya yang telah diberikan. Kerlap-kerlip bintang melubangi angkasa bagi pemandang. Peristiwa tak membutuhkan tanda tanpa pesan. Merawat mimpi dengan untaian jala hasrat. Kau rekam lagi diri ini, begitu transparan sampai khayal ini tak memenuhi pergerakan cahaya.

Lelap..lelaplah di bawah atap dan kemudian aku terbawa doa untuk mereka yang telah, sekarang dan akan datang. Beragam rasa menyertai anugerah ini. Ternyata cahaya neon tetap berkumis, bergerigi melingkar kembang. Normal itu terkadang egois, menggebu namun sah karena integralitas.

Peristiwa tidak selalu memaksakan pada kuantitas, dan ingat merupakan apresiasi yang indah tanpa membahayakan peristiwa. Dalam imaji dan mimpi terdapat surga dan neraka dari pengaruh bentuk visual.

Dari kerasnya kehidupan di Jakarta

Kiri..tarikkkk..
Kanan..kanan..

Maaf ya maaf, kejar setoran...kejar setoran.

Kata-kata itu terdengar dari seorang kondektur bus kota. Dia masih muda, sekitar umur 28-35 tahun. Mempunyai keberanian, berspekulasi dengan nasib. Kompetisi terjadi dengan rekan-rekannya sesama kondektur dan sopir bus kota saat berada di jalan raya, saling balas membalas dengan kecepatan yang membuat para penumpang berteriak histeris karena sopir bus & kondektur tersebut tidak mengingat jasa yang ditawarkan, terutama keselamatan bagi para penumpang.

Hal-hal yang keren dari pengaruh stigma pemberani dalam anggapan kondektur bus kota itu telah berhasil menyalib bus saingannya. Setelah hampir masuk ke pangkalan bus, perbincangan tentang penghasilan dari total pendapatan yang sebagian untuk setoran dan sebagian masuk kantong pribadi berlangsung tidak begitu lama.

Tak asing lagi, minuman beralkohol menjadi kadar kata "pemberani" dari ajang pertemuan itu. Setahu saya, tanpa pemerataan kemakmuran di negeri tertentu, efek alkohol akan berujung pada tindakan kekerasan dan menakut-nakuti antar rekan dan orang-orang di sekitarnya.

Thursday, April 28

Go Ahead

I think when you lose someone you love, you will feel shocked and not at the moment which is known to receive it. I saw a kind of culture, looking back with the assumption that the doctrine and experience of the past. The experience gives the conclusion of each step you take. Beside, the structure of government that affects remote areas, the economic effect was never predicted how reality might be left alone.

The explanation is not only one minute and then you make the best answer. When you find a problem with the complex reality of injustice and tyranny, whether to impose the assumption that you have completely finished ?

Day after day we build our spirit, optimism and on the same day we get caught in the fall of the same. Occupying a quiet as a house is a pretty good thing. And when the knowledge & experience to accompany your day is not enough to face the globalization of the third level, your heart will be pounding beat your loneliness. Indeed, it looks like a prediction, but it can be seen at least the behavior of many people to survive.

Look around, your heart is strong, but easy to go to a boring activity. Yes, you should be afraid! Happiness can not be felt just as if you buy a cake. The soul will tremble with wide-eyed. Once again, prepare your weapons, friends.

Tuesday, April 26

Catatan, 17 Oktober 2010, 02 : 35 a.m

Aku mengagumi keindahan, kerumitan dari keajaiban tentang proses kehidupan. Berpikir atas nama "tidak teraturnya" tujuan pun menemui teriakan keresahan, setiap hari setiap renungan yang sering memaksa untuk terbentuk genggaman. Ketika disuguhi perkiraan yang membawa kontradiksi, malah mendekati cara yang membentuk keraguan. Keluhan terbuat, dan kemudian akan aku intimidasi kala itu mengganggu. Bukan tentang standar atau penerimaan umum, mungkin seperti motivasi supaya sang kecewa tidak muncul dari balik tawa.

Integrasi antara kebanggaan dengan derajat telah menemaniku dalam memutuskan : percaya yang aneh, unik, atau mungkin sekedar "semoga". Jika pengorbanan bagian dari cinta, maka cibiran akan menjadi hiasan akan tuduhan struktur logis agak garang.

Suarakan pada kesunyian untuk membebaskan diri, dan atau memiliki tempat luas dalam batin dan pikiran yang mungkin tersingkirkan dari ancaman moral. Biarkan jiwa ini bebas tanpa riwayat kuasa apapun. Karena nafas pun tak mampu diatur oleh ruang, mungkin Dia yang tak mudah dipastikan merangkul kesatuan atas dasar kehampaan. Jalur itu seperti nada, halus menenangkan, berinteraksi tanpa harus takut pada rekayasa harapan atau janji.

Namun tak cukup ampuh untuk menyaksikan kenyataan, memang sedikit angkuh dan itu apa adanya.